Politik

Pengabdian Yang Belum Tuntas Bagi Lukman Abunawas

Bakal Calon Gubenur Sultra, Lukman Abunawas

Kabarkendari.id – Menjadi seorang gubernur merupakan puncak pengabdian bagi politisi senior, Lukman Abunawas. Mengawali pengabdian dari menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 1976 hingga menjadi seorang Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai tahun 2023.

Semua posisi jabatan struktural dibirokrasi hingga menjadi pejabat eselon I dengan menduduki jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi (2014-2018), membuat nama Lukman Abunawas menjadi familiar dan mengakar dikalangan masyarakat Sultra secara keseluruhan.

Bukan hanya itu, pernah menduduki jabatan politis sebagai Bupati Kendari (2003-2008) san Bupati Konawe (2008-2013) dan Wakil Gubernur Sultra (2018-2013). Sedangkan Lukman sendiri juga pernah menjadi pimpinan tertinggi pada struktur partai politik di kabupaten hingga tingkat provinsi.

Ditemui wartawan saat berada di Kendari, Selasa, (09/04/2024), Lukman Abunawas menyebutkan bahwa dari sederet pengalamannya tersebut menjadi seorang gubernur adalah puncak pengabdiannya terhadap masyarakat dan bakal berjuang untuk hal itu.

Menurut Mantan Camat Wawotobi (1990-1996) ini, dari hasil peninjauan lapangan selama beberapa tahun terakhir ini, masih banyak masyarakat yang kesusahan untuk menutupi kebutuhan dasar sehari-hari. “Faktanya, di Sultra ini masih banyak masyrakat yang butuh perhatian. Khususnya, untuk menutupi kebutuhan sekolah anak, hingga makanan pokok sehari-hari,” jelas Alumnus SMA 1 Kendari ini.

Bahtra Kawal Program PTSL 2026, Dorong Seluruh Tanah di Kendari Bersertifikat

Dijelaskan pria kelahiran 1958 ini, dengan kondisinya yang masih sehat diumur 66 tahun ini, ย penting baginya untuk mempertimbangkan untuk kembali ikut dalam kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra November mendatang.

Ia Juga menyebutkan bahwa masih banyak yang menganggu dirinya untuk dapat memberikan kontirbusi terbaik untuk Bumi Anoa ini yang bagaimanapun juga menurutnya tempat ini merupakan tanah kelahirannya.

“Insya Allah semua persiapan telah matang untuk modal sebagai kontestan kembali tahun ini. Hanya bedanya kemarin kita sebagai wakil tahun ini akan bertarung sebagi gubernur,” ungkapnya.

Pintu Partai

Maju lewat jalur partai politik tentu membuat persiapan untuk mengumpulkan partai untuk berkoalisi tentu harus dilakukan komunikasi sejak dini.

Jaelani Tegaskan Fungsi Pengawasan DPR dan Kolaborasi Antar-Lembaga untuk Dongkrak Ekspor Pertanian Sultra

Mengharuskan mendapat dukungan sembilan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, membuat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini musti mencari tiga kursi dukungan lagi mengingat PDIP berhasil mengumpulkan enam kursi di pemilu kemarin.

Meski harus melewati penjaringan terlebih dahulu diinternal partai, Lukman sendiri yakin bahwa partai besutannya itu bakal memberikan dukungan terhadap dirinya meski ada beberapa kader PDIP yang juga menginginkan maju dalam Pilgub kali ini seperti Hugua (Mantan Bupati Wakatobi) dan La Ode Umar Bonte (Anggota DPD RI terpilih).

“Saya yakin, tapikan kita tidak bisa mendahului yang bukan wewenang kita. Partai pasti masih harus melihat survey hingga faktor lain serta kontribusi terhadap partai seama ini,” jelasnya.

Menurut Lukman, PDIP sendiri akan menggunakan survey internal partai untuk nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk dikeluarkannya surat rekomendasi.

“Mungkin bulan Juni atau Juli rekomnya akan keluar. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri untuk mempantaskan diri sebagai calon gubernur,” jelasnya.

Selain PDIP, mantan politisi Partai Golkar ini juga intens membangun komunikasi dengan beberapa partai politik seperti Demokrat dan PKS.

“Tentu, untuk mencukupi jumlah kursi dukungan, kita perlu menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik lain,” jelasnya.

Inginkan Pasangan Dari Kepulauan

Selain dukungan partai politik, tentu menentukan pasangan sebagai wakil gubernur juga tidak kalah penting. Berasal dari daerah daratan membuat Lukman Abunawas menginginkan sosok pasangan yang berasal dari kepulauan.

“Sudah ada beberapa nama seperti, La Ode Ida, Amirul Tamim, Hugua serta beberapa nama tokoh lain sedang kami lakukan komunikasi,” ungkapnya.

Menurutnya, siapapun selama bisa membantu meningkatkan elektoral hingga mendapatkan tambahan kursi dukungan serta memiliki survey yang bagus akan dilakukan komunikasi untuk melakukan deal-deal politik nantinya.

Ia menambahkan, bakal fokus untuk berkomunikasi dengan beberapa calon dari kepualauan. Diperkirakan April hingga Mei 2024 akan segera diumumkan ke publik.

Penulis : Yais Yaddi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *