Wisata

Sabuk Nusantara, Tol Laut dengan Bonus Wisata

Ketgam: Salah satu kapal perintis kecil menditribusikan logistik ke pelabuhan Mandati di Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (6 Juni 2022). Foto: Riza Salman

Sabuk Nusantara 31 tidak hanya menghubungkan pelabuhan-pelabuhan yang selama ini belum dijangkau armada PT Pelayaran Nusantara (PELNI) dengan tarif murah. Tol Laut ini juga memanjakan penumpangnya dengan bonus peluang berwisata.

Setiap penumpang di memang Sabuk Nusantara berkesampatan menginjakkan kaki ke beberapa daerah wisata seperti Wakatobi dan Tohuna. Pasalnya, Tol Laut yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan antar pulau di kawasan Indonesia Timur yang dikenal eksotis.

“Kalau kapal lain ratusan ribu kita bayar uang tiket. Ini hanya 40 ribu,” kata Jaru (33) sambil memamerkan senyumnya, Sabtu 5 Juni 2021.

Baru kali ini buruh pelabuhan tersebut menumpangi kapal Sabuk Nusantara 31. Itupun terjadi secara tidak sengaja. Semula ia berencana kembali ke kampung halamannya dengan menumpang kapal reguler rute keberangkatan Pulang-Pergi: Kendari-Wanci.

Tapi apa lacur, jangkar kapal terlanjur diangkat. Ia hanya bisa menatapi kapal itu sembari menyesali dirinya yang terlambat tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari.

Mondoe yang Mengering di Bawah Bayang Tambang

Penyesalan Jaru terobati. Tarif berlayar di Sabuk Nusantara ternyata jauh lebih murah dibanding kapal regular. Kapal regular mematok tarif lebih dari Rp100 ribu untuk satu rute pelayaran, sementara tarif yang ditetapkan kapal plat merah ini hanya puluhan ribu rupiah saja.

“Kalau sekarang sudah mau masuk musim angin barat, ombak sudah mulai kencang” kata Jaru setengah berbisik.

Keuntungan yang sama dirasakan Ken (35). Sopir angkot di kota Kendari ini sengaja memboyong anak istrinya untuk pulang kampung di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasannya, tarif yang murah.

Ken tak peduli harus menghabiskan waktu 3 hari 3 malam di atas kapal. Lamanya waktu di atas kapal justru ia anggap sedang berwisata. “Dua ratus ribu sudah banyak liat pulau-pulau bagus” kata Ken terkekeh.

Baik Jaru maupun Ken memang baru pertama kali menumpangi kapal perintis Tol Laut yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan antar pulau di kawasan Indonesia Timur. Kapal Sabuk Nusantara 31 dalam sepekan melayani melayani rute pelayaran; Kendari – Wanci – Pasar Wajo – Batu Atas – Pamana – Maumere.

Jaelani : Hutan Wisata Pinus Samparona Baubau Harus Dijaga Bersama

Menyambangi pulau-pulau eksotik di Laut Banda dan Laut Flores merupakan bonus bagi penumpang Sabuk Nusantara. Sejumlah pelabuhan tol laut di Indonesia disinggahi. Di antaranya Baubau, Wakatobi, Namlea, Saumlaki, Calabai, Larantuka dan Tahuna.

Di Wakatobi, kapal Sabuk Nusantara bersandar selama beberapa jam. Ken dapat menyempatkan diri mengunjungi beberapa spot wisata menggunakan jasa transportasi dua roda milik warga lokal.

Terdapat juga jasa rental mobil per jam, bagi yang berwisata dalam jumlah rombongan. Tidak perlu khawatir untuk urusan perut, banyak tersedia tempat jajajan kuliner lokal.

Penulis: Riza Salman
Editor:
Zainal Ishaq

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *