Kabar Kendari.id – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Sulawesi Tenggara adalah panggung favorit bagi puluhan jenis burung air. Rombongan Pelikan dari Australia bahkan tak pernah alpa. Mereka selalu hadir meski hanya sebentar.
Pada Bulan Juni hingga Juli, Rawa Aopa memang kerap kedatangan imigran. Salah satunya rombongan burung Pelikan. Pelikan biasanya tiba dari benua Australia. Mereka transit sebentar sebelum melanjutkan “tour” panjang mereka ke benua biru, eropa.
Adapula Aroweli. Pemilik nama latin Mycteria Cinerea ini selalu pandai menarik perhatian. Bulu putih yang menyelimuti badannya, hampir seukuran satu meter, membuatnya menonjol. Sayangnya ia tak saku berlama-lama diperhatikan. Setelah mencuri perhatian ia segera meninggalkan panggung.

Rawa Aopa juga menjadi habitat Maleo. Jika Pelikan dan Aroweli kerap bepergian ke luar negeri, berbeda dengan Maleo. Maleo tak bisa meninggalkan pulau Sulawesi.
Data hasil survey tahun 2004 yang dilakukan Celebes Bird Club, terdapat 99 jenis burung di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Tujuhbelas diantaranya merupakan jenis burung air seperti Alcedinidae (Halcyon Chloris) dan Cekakak Sungai yang memiliki nama lokal Tasuke Motai.
Rawa Aopa Watumohai ditetapkan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Kehutanan tahun 1990. Rawa Aopa terbentang sepanjang 366.647 Km. Luasannya melingkupi empat wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Bombana.
Ekosistem rawa terluas di pulau Sulawesi ini juga telah ditetapkan sebagai kawasan penting lahan basah internasional oleh Konvensi Ramsar pada 6 Maret 2011.

Rawa Aopa dapat diakses dari Kota Kendari (Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara) dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 – 2 jam dengan menggunakan mobil. Akan lebih mudah bila pengunjung langsung menuju Desa Pewutaa Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan.
Rawa Aopa memang tak mudah dilupakan oleh Aroweli maupun Pelikan. Bukan karena ekspresi penggemarnya yang tak pernah berhenti berdecak kagum. Ekosistem rawa, mangrove, savanna dan hutan dataran Rawa Aopa adalah pemikat utamanya.
Ekosistem di Rawa Aopa menyimpan cadangan makanan melimpah yang bersumber dari ikan, udang maupun serangga. Karenanya, beberapa keluarga burung lainnya bahkan tak mau meninggalkan kawasan ini. Mereka akan berpesta pora sepanjang tahun. Memilih pasangan, bercinta hingga beranak-pinak.
Penulis: Zainal Ishaq


Komentar