Kabar Kendari – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dipacu Pemerintah Kota Kendari. Salah satunya melalui optimalisasi kawasan persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, yang selama ini belum tergarap maksimal.
Wali Kota Kendari meninjau langsung lokasi tersebut pada Selasa, (28/4/2026) untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus infrastruktur pendukung pertanian. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Kepala Dinas Pertanian, dan Kepala Bappeda Kota Kendari.
Peninjauan difokuskan pada keberadaan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang telah selesai dibangun oleh BWS dan segera diserahkan kepada pemerintah kota. Infrastruktur ini dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan utama yang selama ini dihadapi petani, yakni keterbatasan air.
Kawasan persawahan Labibia sendiri memiliki luas sekitar 97,4 hektare. Namun, sebagian lahan sebelumnya beralih fungsi menjadi tanaman jagung akibat minimnya pasokan air untuk padi.
“Selama ini kendala utamanya adalah air. Dengan adanya JIAT, kita ingin memastikan sawah ini kembali produktif untuk padi,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan, pemerintah kota tidak ingin momentum ini terlewat. Target percepatan pun dipasang, dengan penanaman padi perdana direncanakan dalam waktu dua pekan ke depan.
“Kita ingin segera bergerak. Dalam dua minggu, penanaman sudah harus dimulai sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah,” katanya.
Selain meninjau infrastruktur, Wali Kota juga berdialog langsung dengan para petani. Terdapat tujuh kelompok tani yang selama ini mengelola lahan di kawasan tersebut. Dalam dialog itu, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, seperti tambahan alat pertanian berupa traktor roda dua serta perluasan jaringan irigasi di beberapa titik.
Pemerintah kota merespons dengan komitmen untuk segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Balai Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian.
Optimalisasi JIAT diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi padi, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi petani serta menjaga ketersediaan pangan di daerah. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan dukungan infrastruktur yang mulai memadai dan sinergi berbagai pihak, kawasan persawahan Labibia diproyeksikan kembali menjadi salah satu lumbung pangan di Kota Kendari. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Redaksi


Komentar