KABAR KENDARI – Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara, ditemukan meninggal dunia di kamar huniannya pada Selasa (2/6/2026) pagi. Korban diketahui bernama Afrisal (26), tahanan kasus penganiayaan asal Desa Uepai, Kabupaten Konawe.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.40 Wita di Kamar 4 Blok B Rutan Kelas IIA Kendari saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap para penghuni rutan.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan informasi awal diterima dari kepala kamar yang melaporkan adanya seorang tahanan yang diduga meninggal dunia.
“Petugas kemudian melakukan pengecekan dan memanggil petugas klinik rutan untuk memastikan kondisi korban,” ujar Welliwanto.
Saat ditemukan, Afrisal sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuh korban disebut telah kaku dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Korban yang lahir di Uepai pada 7 Agustus 1999 itu diketahui sedang menjalani hukuman enam bulan penjara dalam perkara penganiayaan.
Setelah ditemukan, petugas segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Namun, tim medis menyatakan Afrisal telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Sempat Mengalami Demam
Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun penyidik, Afrisal diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya dalam beberapa hari terakhir.
Korban disebut mengalami demam selama dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Meski demikian, ia masih menjalani aktivitas sehari-hari sebagaimana warga binaan lainnya di dalam rutan.
Informasi tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengetahui kronologi serta penyebab pasti kematian korban.
Polresta Kendari bersama tim identifikasi telah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Aparat juga berkoordinasi dengan pihak rumah tahanan dan tim medis guna mengumpulkan informasi yang diperlukan.
Menurut Welliwanto, saat petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian, jenazah korban telah lebih dahulu dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani pemeriksaan.
“Saat ini masih berlangsung proses autopsi medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” katanya.
Hingga Selasa siang, penyebab meninggalnya Afrisal belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan dokter forensik sebelum menyimpulkan penyebab kematian tahanan tersebut.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah kematian korban murni disebabkan faktor kesehatan atau terdapat penyebab lain yang perlu didalami lebih lanjut.
Redaksi


Komentar