Artikel

Ridwan Bae Desak Kemenhub Beri Perhatian Dua Bandara di Sultra

Ridwan Bae, Foto : Tv Parlemen

Kabarkendari.id – Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk memberi perhatian serius pada dua bandara di Sulawesi Tenggara yang hingga kini belum beroperasi secara maksimal. Desakan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan, Jumat, 20 September 2024.

Dalam rapat tersebut, Ridwan Bae mengungkapkan bahwa Bandara Wakatobi dan Bandara Sugimanuru di Muna Barat saat ini masih belum memiliki pesawat yang melayani penerbangan. “Ada dua bandara di Sultra yang sampai sekarang belum ada pesawatnya, yaitu Wakatobi dan Sugimanuru. Bandara Sugimanuru sudah 10 bulan tidak ada penerbangan, padahal penumpangnya cukup banyak,” tegas Ridwan Bae.

Dia juga meminta agar Bandara Wakatobi segera diprioritaskan untuk mendapatkan layanan penerbangan, mengingat pentingnya akses transportasi udara untuk wilayah tersebut. “Saya berharap agar Wakatobi menjadi perhatian utama, sehingga pesawat bisa segera beroperasi di sana,” ujarnya.

Selain Wakatobi, Ridwan Bae juga meminta perhatian khusus untuk Bandara Sugimanuru di Muna Barat. Ia menjelaskan bahwa koordinasi sedang dilakukan dengan tiga pemerintah daerah—Buton Tengah, Muna Barat, dan Muna—untuk mendapatkan subsidi yang bisa mendukung operasional bandara tersebut.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Buton Tengah, Muna Barat, dan Muna untuk memastikan ada bantuan subsidi yang bisa mengaktifkan kembali bandara ini,” lanjut Ridwan Bae.

IRT di Kendari Gelapkan 5 Mobil Rental, Digadaikan hingga Rp150 Juta per Unit

Mantan Bupati Muna dua periode ini berharap Kementerian Perhubungan bisa segera mengatasi masalah penerbangan di kedua bandara tersebut. “Harapan saya, kedua bandara ini segera memiliki pesawat yang melayani penerbangan secara rutin,” pungkasnya.

Saat ini, baik Bandara Wakatobi maupun Bandara Sugimanuru belum melayani penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, sehingga akses transportasi udara ke wilayah tersebut terhambat.

Redaksi: Yuli Z.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *