Nasional

Mentan Amran Tinjau Sawah Terendam Banjir di Kendari, Pemerintah Siapkan Perbaikan Tanggul dan Bantuan Pertanian

Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau sawah terdampak banjir di Kendari
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman berdialog dengan pemerintah daerah dan warga saat meninjau kawasan persawahan terdampak banjir di Amohalo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Selasa, (12/5/26). Foto: Ist

Kabar Kendari – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung sawah terendam banjir di kawasan Amohalo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, akibat meluapnya Sungai Kali Wanggu setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kunjungan Mentan Amran dilakukan untuk memastikan penanganan cepat terhadap dampak banjir yang merendam lahan pertanian dan permukiman warga di Kota Kendari.

Banjir yang melanda tujuh kecamatan di Kota Kendari tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian. Data sementara mencatat sebanyak 797 rumah terdampak banjir dengan total 1.099 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.517 jiwa terdampak.

Khusus di kawasan persawahan Amohalo, sedikitnya 95 kepala keluarga terdampak langsung akibat luapan Sungai Kali Wanggu yang merendam rumah warga dan areal pertanian.

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi lahan persawahan yang siap panen. Dari total sekitar 320 hektar areal persawahan di kawasan Amohalo, sekitar 50 hektar dilaporkan terendam air.

Dua Mahasiswa IAIN Kendari Terseret Kasus Dugaan Penggelapan Sepeda Motor

Genangan tersebut membuat aktivitas pertanian terganggu dan berpotensi menyebabkan gagal panen apabila air tidak segera surut.

Dalam peninjauan itu, Mentan Amran melihat langsung kondisi sawah yang tergenang serta tanggul yang dilaporkan jebol akibat derasnya arus banjir.

“Kami akan bantu perbaikan tanggul yang jebol supaya sawah masyarakat bisa kembali normal dan petani dapat segera beraktivitas,” ujar Mentan Amran.

Selain perbaikan tanggul, Mentan Amran juga meminta dukungan dari Perum Bulog terkait penyediaan mesin dryer atau mesin pengering gabah untuk membantu petani pascabanjir.

Menurutnya, keberadaan mesin pengering sangat dibutuhkan agar hasil panen petani yang terdampak cuaca ekstrem tetap dapat diselamatkan dan memiliki kualitas baik.

UK Seni UHO Kendari Kukuhkan 26 Anggota Baru di Selekta XIX, Perkuat Regenerasi Seniman Kampus

Ia memastikan Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan untuk pemulihan sektor pertanian pascabanjir. Bantuan tersebut meliputi benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga dukungan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak.

“Kita ingin petani bisa segera kembali menanam. Pemerintah akan hadir membantu proses pemulihan pertanian pascabanjir,” katanya.

Sebagai bagian dari respon cepat pemerintah pusat atas instruksi Presiden RI dalam penanganan bencana secara cepat dan tepat sasaran, pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Kota Kendari.

Bantuan yang disiapkan berupa 30 ton beras dan 1.500 liter minyak goreng untuk warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari.

Mentan Amran mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan pascabanjir berlangsung.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang turut mendampingi peninjauan menyampaikan Pemerintah Kota Kendari terus melakukan pendataan terhadap warga dan lahan pertanian yang terdampak banjir.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama karena banyak masyarakat menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas pertanian di kawasan persawahan Amohalo.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar bantuan bagi masyarakat dan petani terdampak bisa segera disalurkan,” ujar Siska.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua mengatakan pemerintah provinsi mendukung penuh percepatan pemulihan pascabanjir, termasuk penanganan sektor pertanian dan infrastruktur penunjang seperti tanggul irigasi.

Menurut Hugua, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah sangat penting untuk meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

Ia memastikan Pemprov Sultra akan ikut mengawal proses penanganan dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak agar petani dapat kembali berproduksi dalam waktu dekat.

Pemerintah berharap langkah cepat tersebut dapat membantu masyarakat dan petani bangkit dari dampak banjir serta menjaga stabilitas produksi pangan di Sulawesi Tenggara.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *