KABAR KENDARI — Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi (PPIT) Kementerian Perhubungan mengunjungi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mengidentifikasi potensi pengembangan infrastruktur transportasi melalui skema pembiayaan kreatif non-APBN.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari.
Kepala KSOP Kelas IIA Kendari Capt. Rahman mengatakan, kegiatan dilakukan melalui diskusi serta kunjungan lapangan ke sejumlah infrastruktur transportasi yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.
Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan terhadap kondisi, kebutuhan, serta peluang pengembangan infrastruktur transportasi di Sulawesi Tenggara.
“Identifikasi kondisi di lapangan diharapkan memberikan gambaran lebih komprehensif,” kata Rahman.
Hasil identifikasi tersebut nantinya menjadi bahan untuk merumuskan peluang pengembangan infrastruktur yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Skema pembiayaan non-APBN menjadi salah satu alternatif yang dikaji untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.
Sinergi antara PPIT Kementerian Perhubungan, BPTD Sulawesi Tenggara, dan KSOP Kendari diharapkan dapat membuka peluang pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala KUPP Kelas I Molawe Capt. Marsri Tulak R., S.Si.T., M.Mar., M.Si., serta Kasi Kesyahbandaran Kelas I Molawe Capt. Sorindra, S.H., M.M.
Keterlibatan KUPP Kelas I Molawe menjadi bagian dari koordinasi dalam memetakan kebutuhan dan potensi pengembangan infrastruktur transportasi, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Redaksi


Komentar