Hukrim

Percobaan Perampokan di Konawe Selatan, Pegawai Kios Transfer Dicekik dan Diancam Sajam

Rekaman kamera CCTV memperlihatkan terduga pelaku percobaan perampokan saat masuk ke kios jasa transfer di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/12/2025). Dalam kejadian tersebut, pegawai kios sempat dicekik dan diancam senjata tajam.
Rekaman kamera CCTV memperlihatkan terduga pelaku percobaan perampokan saat masuk ke kios jasa transfer di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/12/2025). Dalam kejadian tersebut, pegawai kios sempat dicekik dan diancam senjata tajam.

Konsel, Kabarkendari.id – Seorang pegawai kios jasa transfer di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, nyaris menjadi korban perampokan bersenjata tajam. Dalam kejadian tersebut, korban sempat dicekik dan diancam pelaku di tempat kerjanya.

Peristiwa itu dialami IC (25), pegawai kios jasa transfer di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, pada Sabtu (14/12/2025) sekitar pukul 15.21 Wita. Saat kejadian, kondisi kios dalam keadaan sepi.

IC menceritakan, pelaku yang identitasnya belum diketahui datang dengan gerak-gerik mencurigakan. Pelaku berusaha menutupi wajah dan berbicara pelan sambil berpura-pura bertanya.

“Dia sempat pergi sebentar, lalu tiba-tiba datang lagi dan langsung masuk ke dalam kios,” kata IC saat ditemui, Rabu (17/12/2025).

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang korban. Pelaku mendorong dan mencekik leher IC menggunakan tangan kanan, sementara tangan kirinya diduga memegang senjata tajam yang diarahkan ke tubuh korban.

Karyawan Akulaku di Baubau Gelapkan Rp255 Juta, Uang Dipakai Liburan ke Bali hingga Judi Online

Dalam kondisi terancam, korban tidak dapat melakukan perlawanan. Pelaku kemudian mengambil sebuah tas kecil yang berada di atas meja kios. Tas tersebut diduga disangka pelaku berisi uang hasil jasa transfer.

“Dia mengambil tas itu karena dikira berisi uang. Ternyata isinya hanya alat make up saya,” ujar IC.

Menyadari tidak mendapatkan uang, pelaku langsung panik dan melarikan diri menggunakan sepeda motor. Pelaku meninggalkan lokasi kejadian dengan membawa tas yang hanya berisi bedak dan lipstik.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami syok, namun tidak mengalami luka serius. Kasus percobaan perampokan bersenjata tajam ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dan kini dalam penanganan aparat.

Redaksi

Polda Sultra Gagalkan Penyelundupan 168 Botol Miras Ilegal ke Wawonii

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *