Hukrim

Pacaran 3 Tahun, Pasangan Mahasiswa di Kendari Diduga Terlibat Aborsi

Sembilan orang yang diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus aborsi di Kota Kendari.

KABAR KENDARI – Hubungan asmara selama tiga tahun yang dijalani pasangan mahasiswa di Kota Kendari, AR dan RZ, berujung pada persoalan hukum. Keduanya diduga terlibat dalam perkara aborsi setelah RZ diketahui hamil.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan polisi juga mengamankan sejumlah rekan pasangan tersebut untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami kemungkinan keterlibatan mereka.

Total terdapat sembilan orang yang diamankan. Mereka disebut berinisial AR, BL, EK, SD, AS, FN, serta sejumlah pihak lainnya yang masih menjalani pemeriksaan.

“Mereka ini pacaran sudah tiga tahun. Hamil, kemudian aborsi. Rekan-rekannya itu kami amankan untuk diperiksa juga,” kata Welliwanto, Senin (14/9/2026).

Berawal dari Laporan Dugaan Aborsi

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi melalui layanan 110 Polresta Kendari terkait dugaan aborsi di sebuah rumah di kawasan BTN Baito Permai, Jalan Tunggala, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.

Mahasiswa 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Samping Gereja di Kendari

Tim URC Buser 77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari kemudian mendatangi lokasi pada Kamis (11/9/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

Namun, saat petugas tiba, rumah yang dilaporkan tersebut sudah dalam kondisi kosong.

Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan tindak pidana aborsi. Petugas juga mengamankan beberapa jenis obat yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Polisi Telusuri Dugaan Pembuangan Janin

Dalam proses penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa janin yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut telah dibuang.

Informasi itu kemudian ditelusuri hingga ke wilayah Amonggedo, Kabupaten Konawe. Namun, hingga kini pencarian belum membuahkan hasil dan keberadaan janin tersebut masih dalam penelusuran polisi.

Bongkar Pejabat dan Surveyor Dibalik Skandal Ekspor Nikel CNI

Selain mencari barang bukti, penyidik juga masih mendalami rangkaian peristiwa serta peran masing-masing pihak yang diamankan.

Menurut Welliwanto, polisi belum dapat menyimpulkan keterlibatan para rekan pasangan tersebut karena pemeriksaan masih berlangsung.

“Untuk keterlibatan atau peran mereka ini nanti kami sampaikan perkembangannya. Kita dalami dulu semua,” ujarnya.

Polisi Dalami Peran Masing-Masing

Penyidik kini mengurai keterlibatan setiap pihak, termasuk siapa yang mengetahui kejadian, siapa yang membantu, serta bagaimana proses dugaan aborsi tersebut berlangsung.

Welliwanto menegaskan, kesimpulan mengenai peran masing-masing orang belum dapat disampaikan sebelum seluruh proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

“Tim Buser 77 bersama Unit Kamneg Polresta Kendari masih melakukan pencarian dan pengembangan terhadap pelaku serta barang bukti lainnya,” katanya.

Saat ini, perkara dugaan aborsi tersebut masih dalam tahap pengembangan. Polisi masih mencari keberadaan janin yang diduga dibuang, mengamankan barang bukti, serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *