KABAR KENDARI – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Muna Barat. Papan nama SDN 7 Barangka di Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, tiba-tiba roboh dan menimpa tiga murid, Kamis (30/5/2026) sekitar pukul 10.40 WITA. Satu murid meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal berinisial SL (7), siswa kelas 1. Ia sempat dilarikan ke RSUD Muna Barat, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius di bagian kepala.
Kasi Humas Polres Muna, Muhammad Jufri, menjelaskan korban mengalami luka berat setelah tertimpa material cor.
“Korban meninggal dunia mengalami luka robek pada bagian belakang kepala serta memar pada bagian mata,” ujar Jufri, Jumat (1/5/2026).
Kronologi: Murid Duduk di Bawah Papan Nama
Peristiwa bermula saat siswa kelas 1 baru saja dipulangkan oleh guru sekitar pukul 10.30 WITA. Korban SL kemudian mengajak rekannya, WA (7), untuk duduk di sekitar papan nama sekolah.
Tak lama kemudian, seorang siswa lain datang dan memegang tiang papan nama tersebut. Secara tiba-tiba, struktur papan nama berbahan cor beton itu roboh dan langsung menimpa para murid.
“Datang seorang murid lain yang memegang tiang papan nama sekolah, sehingga secara tiba-tiba papan nama yang terbuat dari tembok cor tersebut roboh dan menimpa para korban,” jelas Jufri.
Dua Murid Luka, Kini Kondisi Stabil
Selain korban jiwa, dua murid lainnya yakni WA (7) dan AR (9) mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh.
WA mengalami luka pada bibir bagian bawah serta punggung, sementara AR mengalami luka memar pada bagian dada dan punggung belakang.
Keduanya sempat menjalani perawatan medis dan kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan stabil.
Pihak Polres Muna telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab robohnya papan nama tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau masalah pada konstruksi bangunan.
“Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti robohnya papan nama sekolah tersebut,” pungkas Jufri.
Redaksi


Komentar