Pendidikan

Rektor Unsultra Tegaskan Dugaan Pungli Terjadi di Masa Lalu, Siap Audit Keuangan 12 Tahun

Kabar Kendari – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan transkrip nilai mahasiswa di lingkungan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) yang mencuat ke publik mendapat tanggapan langsung dari Rektor Unsultra, Jamhir Safani.

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si, menegaskan bahwa praktik-praktik yang diduga sebagai pungli tersebut kemungkinan terjadi pada periode kepemimpinan sebelumnya, sebelum dirinya menjabat sebagai rektor.

โ€œKejadian-kejadian seperti itu mungkin telah pernah terjadi di masa periode sebelum saya,โ€ katanya, Jumat (27/2/2026).

Ia menekankan bahwa sebagai rektor baru, tugas utamanya adalah membenahi berbagai hal yang dinilai tidak benar yang pernah terjadi di masa lalu, termasuk dugaan pungli dalam layanan administrasi akademik.

โ€œTugas saya sebagai rektor baru justru untuk membenahi hal-hal yang tidak benar yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk dugaan pungli yang dimaksud,โ€ tegasnya.

Siswa SD di Kolaka Utara Belajar di Kelas Beralaskan Tanah, SDN 13 Lasusua Jadi Sorotan

Tak hanya soal dugaan pungutan dalam pengurusan transkrip nilai, Prof. Jamhir juga menyinggung praktik pembayaran tes TOEFL yang disebut-sebut pernah dilakukan melalui rekening pribadi pada masa lalu.

โ€œPraktik-praktik pembayaran tes TOEFL ke rekening pribadi yang pernah terjadi di masa lalu juga tidak akan terjadi lagi,โ€ katanya.

Sebagai bentuk komitmen pembenahan tata kelola keuangan kampus, pihak yayasan disebut akan segera melakukan audit internal terhadap keuangan Unsultra selama 12 tahun terakhir. Audit tersebut akan melibatkan akuntan publik independen.

โ€œHasil audit nantinya akan digunakan pihak berwenang bersama auditor eksternal. Ini bagian dari benah-benah dan bersih-bersih untuk kebangkitan Unsultra,โ€ jelasnya.

Rektor berharap langkah audit dan evaluasi menyeluruh tersebut dapat memperkuat transparansi serta memulihkan kepercayaan sivitas akademika dan masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut.

Akun Resmi UIN Kendari Diduga Diretas, Modus Tebus Murah iPhone dan Emas Antam Telan Korban Belasan Juta

Sementara itu, pihak kampus menyatakan terbuka terhadap masukan serta laporan dari mahasiswa maupun masyarakat demi perbaikan tata kelola layanan akademik ke depan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *