Kabarkendari.id โ Sejumlah permukiman dan fasilitas umum di Kota Kendari diterjang banjir, Kamis, 5 Maret 2024, dinihari. Hanya beberapa saat setelah Kota ini meraih Penghargaan Adipura ke 12 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Hujan lebat selama kurang lebih tiga jam menyebabkan sejumlah sungai tak mampu menampung debit air. Sungai meluap. Banjir membawa lumpur bercampur material lainnya yang menerjang apa saja dihadapannya.
Di wilayah Kampung Salo dan Jalan Lasolo, banjir menyapu rumah, kendaraan, dan fasilitas publik. Memaksa pisak Rumah Sakit Santa Anna mengevakuasi pasiennya.
โSaya melihat mobil terseret dari arah jalan raya menuju IGD rumah sakit disertai luapan air dan potongan-potang kayu,โ jelas Yusril (56).
Sekitar 70 pasien dipindah ke lantai dua. Hanya dalam tempo beberapa saat lantai satu rumah sakit berubah menjadi kolam lumpur dengan banyak material sampah dan potongan kayu didalamnya.
โSejak 2013 ini yang terparah, air datang secara tiba-tiba dengan cepat mengancurkan rumah dan menyeret beberapa kendaraan bermotor. Kami hanya fokus menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan apapun,โ jelas Imam (32) salah satu warga Jl. Lasolo, Kamis (07/03/2024).
Sementara itu, Anggi (29) salah satu warga Jl. Lasoso mengungkapkan hujan yang mengguyur sejak pukul 20.00 mulai mengakibatkan aliran air meninggat dengan membawa material kayu dari arah bukti. โSekitar jam sepuluh itu banyak mi kayu yang tersumbat dibawah jembatan. Pasca itu mulai mi naik air kedalam rumah-rumah warga,โ jelasnya.
Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Fadlil Suparman, yang ditemui dilokasi kejadian mengaku pihaknya belum membuat data resmi terkait julah lokasi yang terdampak akibat curah hujan yang tinggi.
โKami belum mempunyai datanya, yang jelas dari laporan yang masuk, daerah Kampung Salo, lr. Lasolo, RS. Santa Anna, Tipulu, Lr. Veteran hingga Anawai terkena dampak dari hujan lebat ini,โ jelasnya.
Fadlil mengaku saat in pihaknya masih memfokuskan evakuasi di jl. Lasolo karena dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. โSejak pukul dua malam kami disini melakukan evakuasi dan pertolongan pertama bagi korban terdampak. Saat ini kami masih sementara membangun dapur umum dan posko evakuasi untuk para korban terdapak,โ ujarnya.

Proses evakuasi lansia di Jalan Lasolo yang terjebak usai banjir bandang menerpa wilayah tersebut. Foto : Yais Yaddi
Sementara dari hasil rilis KPP Basarnas Kendari, sejak pukul 00.25 hingga 03.38 dini hari Pihak basarnas Bersama BPBD Sultra, Brimob Polda Sultra, Kodim 1417 Kendari, Dompet Dhuafa, UKM SAR UHO dan masyarakat sekitar mulai melakukan evakuasi warga yang terdampak bencana. Tercatat, sebanyak 31 korban yang diselamatkan pihak terkait akibat bencana ini.
Atas kejadian ini, tidak sedikit warga yang mengeluhkan upaya pencegahan banjir dari Pemerintah Kota Kendari. โSudah tiga kali dalam sepekan kita terdampak begini. Hujan sebentar air meluap dengan cepat. Tidak bisakah pemerintah lakukan sesuatu supaya ketika hujan tidak harus banjir seperti ini,โ keluh Roy (25) saat ditemui kabarkendari.id.
Peristiwa memilukan ini terjadi hanya beberapa waktu setelah Pemerintah Kota Kendari meraih Piala Adipura. Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini dinilai berhasil mengelola lingkungannya khususnya mengatasi masalah sampah.
Pemkot Kendari merayakan captain itu dengan melakukan konvoi kendaraan sembari memamerkan Piala Adipura. Saat hujan deras mengguyur, beberapa jajaran pejabat pemerinta kota masih terpantau berkaraoke di kantor balai kota.
Sementara kepolisian, TNI, BPBD, hingga Dinas Sosial dibantu para relawan masih berjibaku melakukan evakuasi dan pertolongan pertama di beberapa wilayah terdampak.
Penulis: Yais Yaddi


Komentar