Uncategorized

Kapolda Sultra Didesak Ambil Alih Kasus Santri Hilang

ibu Agung, Asyah, saat menyerukan agar Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Irianto mengambil alih kasus ini. Foto : Istimewa

Kabarkendari.id – Sudah lima bulan sejak hilangnya Agung Kurniawan (14), seorang santri Pesantren Tahfidzul Qur’an Darur Raihanun, namun keberadaannya masih belum diketahui. Menanggapi lambatnya perkembangan penyelidikan, ibu Agung, Asyah, dengan penuh harapan dan keprihatinan, menyerukan agar Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Irianto mengambil alih kasus ini.

“Saya minta Kapolda Sultra untuk mengambil alih kasus ini,” teriak Asyah dalam orasinya yang penuh emosi di depan Polda Sultra, Senin, 15 Juli 2024. Suara Asyah menggema di antara kerumunan orang yang berkumpul, mendukung upayanya untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya.

Kasus hilangnya Agung Kurniawan awalnya ditangani oleh Polsek Ranomeeto. Sejak dilaporkan hilang pada Februari 2024, pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan Agung. Namun, hingga kini, hasilnya masih nihil. Kapolsek Ranomeeto, AKP Ansar Ali, mengakui bahwa meskipun pihaknya telah melakukan berbagai penyelidikan dan penelusuran, belum ada informasi valid yang mengarah pada keberadaan Agung.

“Setiap informasi selalu kami tindak lanjuti, namun hingga saat ini belum ada informasi yang valid,” ujar Ansar Ali. Pernyataan ini menunjukkan betapa kompleksnya kasus ini dan betapa sulitnya mengumpulkan bukti yang cukup untuk menemukan Agung.

Pihak kepolisian telah memeriksa enam saksi, termasuk anggota keluarga Agung dan staf pondok pesantren. Meski demikian, hasilnya belum membuahkan titik terang. Setiap petunjuk yang ditemukan selalu diikuti dengan harapan besar, namun sayangnya, belum ada yang berhasil memberikan jawaban pasti tentang keberadaan Agung.

Polda Sultra Gagalkan Penyelundupan 168 Botol Miras Ilegal ke Wawonii

“Saya tetap optimistis semoga anak ini bisa kita temukan dalam keadaan sehat wal afiat,” ungkap Ansar Ali. Harapan ini tidak hanya menjadi doa pribadi, tetapi juga harapan kolektif dari keluarga dan masyarakat yang ikut merasakan kepedihan yang dialami keluarga Agung.

Tekanan dari keluarga dan masyarakat semakin kuat. Mereka berharap bahwa dengan campur tangan Kapolda Sultra, kasus ini dapat segera terungkap dan Agung Kurniawan ditemukan. Keluarga Agung, terutama sang ibu, sangat berharap agar anaknya dapat segera kembali dengan selamat. “Setiap malam saya berdoa agar Agung bisa kembali ke rumah,” kata Asyah dengan mata berkaca-kaca, mencerminkan kesedihan dan harapannya yang mendalam.

Dalam lima bulan terakhir, hilangnya Agung Kurniawan telah menjadi misteri yang meresahkan komunitas setempat. Pesantren Tahfidzul Qur’an Darur Raihanun, yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para santri, kini dibayangi oleh kekhawatiran dan ketidakpastian. Kepala pesantren dan para pengajar juga merasa terpukul dengan hilangnya salah satu santri mereka.

Di tengah upaya pencarian yang terus dilakukan, berbagai spekulasi dan rumor muncul di masyarakat, menambah ketegangan dan kekhawatiran. Pihak kepolisian berjanji akan terus mengusut tuntas kasus ini dan mencari setiap petunjuk yang bisa membawa mereka lebih dekat kepada Agung.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi non-pemerintah, semakin menguat. Mereka mendesak pihak berwenang untuk memberikan prioritas tinggi pada kasus ini dan memastikan bahwa semua sumber daya yang diperlukan digunakan untuk menemukan Agung Kurniawan.

Bank Sultra Salurkan 23 Ekor Sapi Kurban ke 17 Kabupaten Kota di Sultra Jelang Idul Adha 2026

Kehilangan Agung bukan hanya menjadi duka bagi keluarganya, tetapi juga menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya keamanan dan pengawasan di lingkungan pendidikan. Semoga dengan adanya perhatian lebih dari Kapolda Sultra, kasus ini dapat segera diselesaikan dan Agung dapat kembali ke pangkuan keluarganya dengan selamat.

Penulis : Yais Yaddi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *