KABAR KENDARI – Empat ekor gecko bernilai tinggi asal Kendari, Sulawesi Tenggara, dipastikan lolos pemeriksaan Karantina Sultra sebelum diterbangkan ke Jakarta.
Pemeriksaan dilakukan petugas Karantina Sultra di Satuan Pelayanan Bandara Halu Oleo Kendari sebagai bagian dari prosedur wajib bagi satwa yang akan dilalulintaskan ke luar daerah.
Tak hanya memeriksa kondisi fisik satwa, petugas juga mengecek kelengkapan dokumen untuk memastikan keempat gecko tersebut dalam kondisi sehat dan memenuhi seluruh persyaratan pengiriman.
Ketua Tim Kerja Bidang Karantina Hewan Karantina Sultra, Drh. Nichlah Rifqiah, M.Sc., mengatakan pengawasan terhadap lalu lintas satwa, termasuk reptil eksotis seperti gecko, menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan hayati.
“Setiap media pembawa, baik hewan, ikan, maupun tumbuhan, wajib melalui pemeriksaan karantina sebelum dilalulintaskan. Ini adalah langkah preventif untuk memastikan komoditas yang keluar dari suatu wilayah dalam kondisi aman dan sehat,” kata Nichlah dalam keterangannya.
Menurutnya, pemeriksaan karantina tidak hanya bertujuan memastikan kesehatan satwa, tetapi juga mencegah potensi penyebaran hama dan penyakit hewan ke daerah tujuan.
Gecko sendiri menjadi salah satu reptil yang cukup diminati para penghobi. Beberapa jenis bahkan memiliki nilai jual yang tinggi karena corak, warna, hingga kelangkaannya.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dokumen dan kesehatan, empat gecko tersebut dinyatakan memenuhi ketentuan yang berlaku dan akhirnya mengantongi izin karantina untuk dikirim ke Jakarta.
Karantina Sultra menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan yang keluar maupun masuk wilayah Sulawesi Tenggara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan hewan serta melindungi sumber daya hayati dari ancaman penyakit yang dapat menyebar melalui perdagangan dan pengiriman antarwilayah.
Melalui pengawasan tersebut, Karantina Sultra berharap aktivitas perdagangan komoditas hewan tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan hayati.
Redaksi


Komentar