Pendidikan Politik

Ali Mazi dan BPIP Dorong Mahasiswa Amalkan Nilai Pancasila

Anggota Komisi XIII DPR RI Ali Mazi menyampaikan materi dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Bersama Masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026).

KABAR KENDARI โ€” Mahasiswa didorong mengambil peran lebih besar dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi, arus informasi, dan perubahan sosial yang semakin cepat.

Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Bersama Masyarakat yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok peserta yang mendapat perhatian karena dinilai memiliki peran strategis dalam kehidupan akademik sekaligus masyarakat.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Ali Mazi, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup sebatas menghafalkan lima sila.

Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perbedaan, menjaga persatuan, dan membangun kehidupan sosial.

Jaelani Bagikan Ratusan Bibit Produktif di Kolaka, Dorong Rehabilitasi Hutan dan Peningkatan Ekonomi Warga

Bagaimana agar masyarakat bukan hanya menghafalkan, tetapi juga harus memahami apa itu Pancasila sebagai landasan negara kita, ujar Ali Mazi seusai kegiatan.

Politikus asal daerah pemilihan Sulawesi Tenggara itu mengatakan, penguatan ideologi Pancasila merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan lembaga negara, kata dia, perlu berjalan bersama masyarakat untuk memastikan nilai kebangsaan tetap menjadi pijakan generasi muda.

Ali Mazi berharap kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih kuat kepada mahasiswa. Menurut dia, kelompok tersebut memiliki posisi penting karena akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah pembangunan Indonesia.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat memberi manfaat untuk penguatan nilai Pancasila karena yang hadir dalam kegiatan juga mayoritas mahasiswa, di mana mereka harapan bangsa kita, katanya.

Ia juga mengaitkan penguatan nilai Pancasila dengan pengelolaan potensi sumber daya Indonesia. Besarnya sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia, menurut Ali Mazi, perlu diimbangi dengan karakter serta moral yang kuat.

PKB Sultra Gelar Konsolidasi Internal dan Serahkan SK Kepengurusan 17 DPC di Kendari

Pancasila ini mengajarkan kita untuk bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, potensi sumber daya manusianya juga oke, tinggal bagaimana melakukan manajemen moral termasuk penanaman nilai 4 Pilar Kebangsaan, ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP Galuh Ibrahim serta akademisi Universitas Halu Oleo (UHO), di antaranya Dr. Idaman Alwi dan Irwansyah dari Fakultas Hukum UHO.

Diskusi tersebut membahas tantangan penerapan nilai Pancasila di tengah perubahan sosial. Mahasiswa diajak melihat bagaimana nilai kebangsaan dapat diterapkan dalam persoalan yang mereka temui di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Penerapan Pancasila dinilai tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Nilai seperti toleransi, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, persatuan, dan kepedulian sosial perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari penggerak Gerakan Kebajikan Pancasila. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga hadir dalam perilaku dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *