Pendidikan

Siswa SD di Kolaka Utara Belajar di Kelas Beralaskan Tanah, SDN 13 Lasusua Jadi Sorotan

Suasana SD Negeri 13 Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, dengan siswa berseragam merah putih berada di halaman sekolah berlatar bangunan kelas yang menjadi sorotan akibat kondisi fasilitas yang masih terbatas.
Siswa SD Negeri 13 Lasusua mengikuti aktivitas belajar di lingkungan sekolah di Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa

KABAR KENDARI – Potret memprihatinkan dunia pendidikan masih terlihat di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Puluhan siswa SD Negeri 13 Lasusua, Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, hingga kini masih menjalani proses belajar mengajar di ruang kelas beralaskan tanah dengan dinding yang sudah berlubang.

Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah foto dan video aktivitas belajar siswa beredar luas di media sosial. Bangunan sekolah tampak mengalami kerusakan di sejumlah bagian, sementara fasilitas belajar masih jauh dari standar kelayakan.

Sekolah yang berstatus negeri sejak 2017 itu menjadi satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak yang tinggal di kawasan pegunungan Dusun Tobau.

Dari lima ruang belajar yang tersedia, hanya dua ruang kelas yang telah memiliki lantai semen. Tiga ruang lainnya masih menggunakan lantai tanah keras dengan dinding berbahan papan dan kalsiboard yang telah lapuk serta berlubang.

Keterbatasan ruang belajar juga membuat pihak sekolah harus menggabungkan siswa kelas I dan kelas II dalam satu ruangan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

Akun Resmi UIN Kendari Diduga Diretas, Modus Tebus Murah iPhone dan Emas Antam Telan Korban Belasan Juta

Meski berada dalam keterbatasan, semangat belajar para siswa tidak surut. Sebanyak 51 murid tetap datang ke sekolah setiap hari untuk mengejar cita-cita mereka.

Tak hanya siswa, perjuangan juga dirasakan para guru yang harus melewati medan pegunungan dengan akses jalan setapak yang cukup ekstrem.

Saat musim hujan, jalur menuju sekolah menjadi licin dan sulit dilalui. Bahkan, dalam kondisi tertentu hanya satu orang guru yang berhasil mencapai sekolah untuk mengajar seluruh siswa.

“Tidak ada pilihan lain bagi anak-anak di sini. Sekolah ini adalah satu-satunya harapan pendidikan bagi lebih dari 400 jiwa yang tinggal di Dusun Tobau,” ujar salah seorang guru SDN 13 Lasusua, Usman.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara menyatakan SDN 13 Lasusua sebenarnya telah masuk dalam program revitalisasi tahun 2027.

Kabid BKAD Muna Rahmat Dianto Meninggal Usai Ikut Lomba Bola Gotong HUT ke-67 Kabupaten Muna

Namun, pemerintah daerah kini mengusulkan percepatan pembangunan agar rehabilitasi sekolah dapat direalisasikan lebih cepat.

Selain renovasi bangunan, pemerintah juga mengusulkan pembangunan dua ruang kelas baru serta satu ruang administrasi untuk menunjang proses belajar mengajar.

Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka Utara terkait status lahan sekolah yang berada di kawasan hutan agar tidak menghambat proses pembangunan.

Menindaklanjuti viralnya kondisi sekolah tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara bersama Dinas Pendidikan Kolaka Utara telah meninjau langsung SDN 13 Lasusua.

Tim melakukan dokumentasi kondisi bangunan sebagai bahan laporan kepada pemerintah pusat.

Hasil peninjauan diharapkan menjadi dasar percepatan rehabilitasi sekolah sehingga para siswa di pelosok Kolaka Utara dapat belajar di ruang kelas yang lebih aman, nyaman, dan layak.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *