KABAR KENDARI – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dilantik bersama jajaran DPC PKB se-Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmen partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan nuansa budaya yang kental. Seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing sebagai simbol keberagaman dan persatuan bangsa.
Jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sultra turut tampil mengenakan busana adat khas daerah. Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, mengenakan pakaian adat Tolaki. Sementara Sekretaris DPW PKB Sultra, Al Rasyid Tamil, memakai pakaian adat Muna, dan Ali Mardan tampil dengan busana adat khas Buton.
Keberagaman busana adat yang dikenakan para pengurus menjadi simbol komitmen PKB dalam menjaga dan merawat kekayaan budaya lokal di tingkat nasional.
Pelantikan serentak pengurus DPC PKB se-Indonesia merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 yang diperingati pada 23 Juli 2026.
Mengusung tema “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”, Harlah PKB tahun ini menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional dengan melibatkan berbagai pakar sebagai bagian dari upaya merumuskan solusi terhadap tantangan ekonomi ke depan.
Jaelani Tekankan Soliditas Pengurus
Usai pelantikan, Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan.
Menurutnya, kekuatan partai sangat ditentukan oleh kekompakan pengurus mulai dari tingkat wilayah hingga kabupaten dan kota.
“Kekuatan utama struktur partai ada pada soliditas pengurus di semua tingkatan. Kita harus terus bergerak secara terorganisir dan padu dalam mengawal agenda-agenda kerja kerakyatan,” tegas Jaelani.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk mengedepankan konsep politik kehadiran (politics of presence), yakni politik yang tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi selalu berada di tengah masyarakat.
Jaelani menilai kader PKB harus aktif mendengarkan, merasakan, serta memperjuangkan aspirasi warga secara langsung agar keberadaan partai benar-benar memberi manfaat.
“Politik kehadiran adalah komitmen moral dan kerja nyata kita. Setiap pengurus dan kader harus memastikan bahwa PKB selalu ada dan menjadi solusi atas setiap persoalan yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Pelantikan pengurus DPC PKB se-Sultra ini menjadi langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi menjelang berbagai agenda politik maupun kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kepengurusan yang baru, DPW PKB Sultra berharap seluruh DPC di 17 kabupaten dan kota mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjalankan program-program partai secara lebih terstruktur demi mewujudkan pengabdian politik yang berpihak kepada rakyat.
Redaksi


Komentar