KABAR KENDARI – Kapal penumpang KM Mahkota Menui dilaporkan tenggelam di perairan antara Pulau Samarengga dan Pulau Koikoila pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Informasi tersebut dibenarkan Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Wahyudi. Ia mengatakan kapal yang dinakhodai Amin itu sebelumnya bertolak dari Kota Kendari menuju Pulau Menui pada dini hari sebelum mengalami kecelakaan di tengah perjalanan.
“Informasi sementara yang kami terima, KM Mahkota Menui mengalami kecelakaan dan tenggelam di sekitar Pulau Samarengga dan Pulau Koikoila. Lokasi kejadian masuk dalam wilayah kerja Basarnas Palu, Sulawesi Tengah,” kata Wahyudi, Selasa.
Berdasarkan data sementara, kapal tersebut mengangkut 29 orang, terdiri atas 7 anak buah kapal (ABK) dan 22 penumpang.
Seluruh korban berhasil diselamatkan setelah kapal nelayan yang sedang mencari ikan melintas di sekitar lokasi kejadian. Para penumpang kemudian dievakuasi menuju Pulau Koikoila dalam kondisi selamat.
Wahyudi mengatakan, setelah menerima laporan kecelakaan laut tersebut, Basarnas bersama instansi terkait langsung melakukan koordinasi untuk mempercepat proses penanganan.
Selain tim SAR yang bergerak menuju Pulau Koikoila, Camat Menui bersama Lurah Ulunambo juga menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi turut dibantu nelayan dari Desa Samarengga, Desa Padei Darat, dan Desa Padei Laut.
“Hingga saat ini tim masih menuju lokasi untuk memastikan kondisi seluruh korban serta melakukan pendataan lebih lanjut. Informasi yang kami sampaikan masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujar Wahyudi.
Meski seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat, tim gabungan masih melakukan pendataan guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Sementara itu, penyebab tenggelamnya KM Mahkota Menui masih dalam penyelidikan. Otoritas terkait akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Perkembangan terbaru mengenai proses pendataan maupun hasil penyelidikan akan disampaikan setelah tim gabungan menyelesaikan operasi di lokasi kejadian.
Redaksi


Komentar