KABAR KENDARI โ Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, naik pitam saat menemukan penggunaan barcode BBM subsidi yang tidak sesuai dengan pelat kendaraan di salah satu SPBU di Kota Kendari.
Temuan tersebut terjadi di SPBU yang berada di Jalan Prof M Yamin, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu.
Saat melakukan pemantauan, Sudirman menemukan empat kendaraan yang menggunakan barcode tidak sesuai dengan nomor pelat.
Dua di antaranya merupakan kendaraan jenis pick up yang menggunakan QR Code Subsidi Tepat milik mobil Honda Brio.
Pengendara mengaku barcode tersebut dipinjamkan oleh pemilik kendaraan untuk digunakan membeli BBM subsidi.
Mendengar pengakuan itu, Sudirman meminta operator SPBU untuk tidak melakukan pengisian Pertalite.
Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Balai Kota Kendari untuk dimintai keterangan.
Sudirman selanjutnya mempertanyakan pengawasan di SPBU tersebut.
Ia menilai pengendara tidak mungkin berani masuk dan mengantre menggunakan barcode yang tidak sesuai jika tidak merasa ada pihak yang memberikan jaminan.
โTidak mungkin berani kalau korang tidak kasih jaminan, kenapa mereka berani masuk? Tidak ada barcodenya. Berarti sudah sering mi ini, pasti korang tahu ji ini,โ kata Sudirman.
Namun, Pengawas SPBU Puuwatu, Ikhsan, membantah memberikan jaminan kepada para pengendara.
Ia mengatakan operator telah diingatkan setiap hari agar tidak melayani kendaraan apabila barcode yang digunakan tidak sesuai dengan pelat kendaraan.
โKalau tidak sesuai keluarkan mereka, jangan diisikan, ituji pak setiap hari,โ ujar Ikhsan.
Ikhsan juga menyebut pihak SPBU telah memberikan sanksi terhadap operator yang terbukti melanggar ketentuan.
Satu operator bahkan telah dikeluarkan setelah terbukti melakukan pengisian BBM menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan nomor pelat kendaraan.
Pelanggaran tersebut juga disertai adanya komplain dari pemilik asli barcode.
Redaksi


Komentar