Peristiwa Kesehatan Pendidikan

Puluhan Siswa SMA 20 Konawe Dilarikan ke RS Usai Santap MBG

Sejumlah siswa SMA Negeri 20 Konawe menjalani perawatan di IGD RS Konawe setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG, Kamis (24/9/2026). Foto

KONAWE, KABAR KENDARI – Puluhan siswa SMA Negeri 20 Konawe, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat perawatan di Rumah Sakit Konawe setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).

Para siswa tersebut dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Konawe. Sejumlah siswa terlihat menjalani perawatan, sementara beberapa lainnya dilaporkan mengalami muntah.

Salah seorang siswa, Asfikal, mengatakan keluhan mulai dirasakannya setelah mengonsumsi makanan MBG.

Menurutnya, tubuhnya tiba-tiba terasa gatal. Ia kemudian mendapat obat dari petugas medis.

“Usai makan MBG, badan saya langsung gatal-gatal. Setelah itu, kami diberi obat, tetapi saya tidak tahu obat apa,” kata Asfikal.

59 Orang Diduga Keracunan MBG di Konawe, SPPG Tongauna-Asao Resmi Ditutup

Ia menuturkan, setelah mendapat obat, dirinya kemudian diberi minuman air kelapa. Namun, setelah meminumnya, ia kembali mengalami keluhan berupa pusing hingga muntah.

“Setelah diberi obat, saya diberi minum kelapa. Setelah selesai minum, kepala saya langsung terasa pusing dan saya muntah,” ujarnya.

Asfikal menyebut makanan MBG yang dikonsumsi terdiri dari bakso, kol, wortel dan tahu.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan langsung dengan makanan MBG yang dikonsumsi.

Pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Sambut HUT ke-81 TNI, Bank Sultra Salurkan CSR Rp100 Juta dan Beasiswa untuk Anak Prajurit

Kabar Kendari masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak penanggung jawab program MBG mengenai makanan yang dibagikan kepada para siswa serta kondisi para siswa yang menjalani perawatan.

Penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *