Kabar Kendari – Seorang siswi SD korban pencabulan oknum TNI di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilaporkan mengalami depresi berat. Korban kerap mengurung diri, menangis histeris, hingga melukai tubuhnya sendiri akibat trauma mendalam.
Keluarga korban berinisial VN, mengungkapkan, kondisi keponakannya semakin memprihatinkan sejak peristiwa tersebut terungkap. Korban disebut lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar dan enggan berinteraksi, bahkan dengan anggota keluarga sendiri.
Sebelumnya, korban tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto. Namun setelah kasus mencuat, keluarga memutuskan pindah ke rumah nenek korban di Kendari.
“Sejak kejadian itu, korban lebih banyak mengurung diri di kamar. Kalau bersama keluarga pun, dia cenderung diam dan tidak mau bercerita,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Menurut VN, kondisi korban memburuk saat sendirian. Ia kerap menangis histeris, menunjukkan ketakutan berlebihan, bahkan melukai tubuhnya dengan cara mencakar hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ungkapnya.
Pendampingan Psikolog Belum Maksimal
Keluarga telah berupaya memberikan pendampingan melalui tenaga profesional guna memulihkan kondisi psikologis korban. Namun hingga kini, proses pemulihan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
“Pendampingan dari psikolog sudah ada, tetapi belum terlihat perubahan yang berarti. Kami terus berupaya agar korban mendapatkan pemulihan yang lebih baik,” lanjut VN.
Pihak keluarga juga menolak permohonan dari institusi TNI yang ingin menjenguk korban. Penolakan tersebut dilakukan karena kondisi korban dinilai masih sangat rentan dan belum siap bertemu pihak luar.
“Kami menolak karena korban masih mengalami ketakutan yang mendalam,” katanya.
Pelaku Masih Diburu Aparat
Sementara itu, Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sultra untuk mencari keberadaan terduga pelaku, Sertu Majid Bone.
Ia mengimbau agar yang bersangkutan bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri kepada pihak berwenang.
“Saya imbau kepada pelaku Sertu MB, saya harap menyerahkan diri saja,” tegas Haryadi, Jumat (1/5).
Denpom XIV/3 Kendari juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera memberikan informasi. Aparat gabungan disebut terus melakukan penyisiran guna mempercepat proses penangkapan.
“Yang melihat Sertu MB, informasikan ke kami. Kami juga berkoordinasi dengan Polda untuk membantu melakukan penangkapan,” pungkasnya.
Di tengah kondisi korban yang masih trauma, keluarga berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat segera ditindaklanjuti. Mereka juga menaruh harapan besar pada pemulihan psikologis korban agar dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Redaksi


Komentar