Inspirasi

Menjaga Mimpi dari Daerah: Novila Eka dan Langkah Sunyi Menuju Miss Nusantara 2026

Finalis Miss Nusantara 2026, Novila Eka mengenakan mahkota dan gaun hitam dengan latar panggung budaya Indonesia
Finalis Miss Nusantara 2026, Novila Eka tampil mengenakan mahkota dalam sesi foto resmi dengan latar panggung budaya Nusantara menjelang malam puncak ajang nasional

Kabarkendari.id – Di Kelurahan Balandete, sebuah wilayah yang tenang di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, harapan itu tumbuh perlahan. Ia menjelma dalam sosok Novila Eka, perempuan berusia 18 tahun yang kini bersiap melangkah ke panggung nasional Miss Nusantara 2026 di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bagi Novila, ajang kecantikan bukan semata soal penampilan. Di balik rias wajah dan balutan gaun, ada proses panjang yang menuntut kesiapan mental, intelektual, dan keberanian untuk berdiri sebagai representasi daerah. Ia menyebut persiapannya telah mencapai sekitar 80 persen—angka yang menyimpan kerja keras, sekaligus kesadaran bahwa belajar tak pernah benar-benar selesai.

“Yang paling menantang itu wawasan. Kami dituntut memahami isu sosial, kebudayaan, lingkungan, sampai peran gender perempuan. Itu tidak bisa dipelajari secara instan,” kata Novila, Rabu (21/1/2026).

Pernyataan itu mencerminkan satu hal: kompetisi seperti Miss Nusantara tidak lagi berdiri di atas definisi kecantikan semata. Peserta dituntut mampu berbicara, berpikir kritis, dan memahami konteks sosial di sekitarnya. Dalam hal ini, Novila mencoba menempatkan dirinya bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai perempuan muda yang membawa identitas Sulawesi Tenggara.

Namun, perjalanan menuju panggung nasional tidak sepenuhnya mulus. Novila menyimpan cerita tentang keterbatasan dukungan, khususnya dari pemerintah daerah. Pengalaman itu ia rasakan sejak mengikuti ajang nasional sebelumnya pada 2024.

Hasil SNBP 2026 di Universitas Halu Oleo Diumumkan 31 Maret Pukul 16.00 WITA

“Beberapa waktu lalu saya mengajukan proposal, tapi aksesnya terasa dipersulit. Saat dipercaya ikut Miss Nusantara ini, saya sempat ragu karena teringat pengalaman sulitnya dukungan ketika ikut Putri Citra Indonesia,” tuturnya.

Keterbatasan itu menjadi dilema, tapi bukan alasan untuk berhenti. Novila memilih melangkah, meski harus bertumpu pada upaya mandiri dan keyakinan pribadi. Baginya, keberanian untuk mencoba lebih penting daripada rasa aman yang datang dari menyerah.

“Saya ingin menampilkan yang terbaik untuk Sultra. Apa pun rintangannya, saya memilih berani mencoba daripada tidak sama sekali,” ujarnya.

Pilihan itu tidak datang dari ruang kosong. Dunia pageant telah lama ia kenal. Rekam jejaknya mencatat berbagai capaian: Finalis Indonesia Top Model Sultra 2021, Duta Wisata Best Vlog Kabupaten Kolaka 2023, Runner Up 1 Duta Wisata Kabupaten Kolaka 2024, Putri Citra Remaja Sultra dan Indonesia 2024, hingga Runner Up 1 Duta Wastra Sultra dan Putri Tenun Batik Sultra 2025.

Rangkaian prestasi itu membentuk Novila sebagai figur muda yang tidak hanya terbiasa tampil, tetapi juga memahami tanggung jawab simbolik yang ia bawa. Miss Nusantara 2026, dalam pandangannya, adalah ruang belajar sekaligus ruang bersuara tentang perempuan, tentang daerah, dan tentang mimpi yang lahir jauh dari pusat kekuasaan.

Perkuat Militansi, Kader PKB Muna Barat Diminta Maksimalkan Gerakan Politik Kehadiran

Dari Balandete, Novila Eka berangkat membawa satu pesan sederhana: bahwa mimpi besar tidak selalu tumbuh di kota besar. Ia bisa lahir di sudut-sudut daerah, bertahan di tengah keterbatasan, dan menemukan jalannya sendiri selama ada keberanian untuk terus melangkah.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement