Peristiwa

Pemancing yang Tenggelam di Perairan Bungkutoko Kendari Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemancing yang tenggelam di perairan Bungkutoko, Kendari, menggunakan perahu karet Basarnas.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemancing yang ditemukan meninggal dunia di perairan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (10/1/2026). Foto: Istimewa

Kendari, Kabarkendari.id – Tim SAR gabungan menemukan seorang pemancing yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu sore, (10/1/2026).

Korban bernama Ardiansyah, 22 tahun, warga Desa Anggokoti, Kabupaten Konawe Selatan. Jenazah korban ditemukan pada hari kedua operasi pencarian sekitar pukul 16.00 Wita, tidak jauh dari lokasi korban terakhir terlihat saat memancing.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan korban ditemukan sekitar lima meter dari titik terakhir atau last known position (LKP). “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar lima meter dari LKP,” kata Iwan saat dikonfirmasi, Sabtu.

Menurut Iwan, setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan perahu karet menuju Dermaga Basarnas Kendari. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan.

Ardiansyah sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Jumat pagi, (9/1/2026), sekitar pukul 08.50 Wita. Saat itu korban sedang memancing di pesisir perairan Bungkutoko bersama sejumlah rekannya.

Hasil SNBP 2026 di Universitas Halu Oleo Diumumkan 31 Maret Pukul 16.00 WITA

Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga tenggelam ketika berusaha melepaskan mata pancing yang tersangkut. Pada saat bersamaan, arus laut di sekitar lokasi cukup deras sehingga korban kehilangan keseimbangan dan terseret ke laut.

Menerima laporan tersebut, Basarnas Kendari bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung melakukan operasi pencarian. Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan pemantauan dari darat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Redaksi

Lapangan Mokole So’u Dipersoalkan, Pemuda Desak Audit Proyek Setengah Miliar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement