Peristiwa

Pemancing Hilang Terseret Arus di Perairan Bungkutoko Kendari

Personel Basarnas Kendari menggunakan perahu RIB saat operasi pencarian pemancing hilang di perairan Bungkutoko, Kota Kendari.
Tim SAR Kendari bersiap melakukan pencarian pemancing yang dilaporkan hilang terseret arus di perairan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/1/2026). Foto: Istimewa

Kendari, Kabarkendari.id – Seorang pemancing bernama Ardiansyah, 22 tahun, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat memancing di perairan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat pagi, (9/1/ 2026).

Peristiwa itu terjadi ketika Ardiansyah berusaha melepaskan mata pancing yang tersangkut. Ia diduga turun ke air tanpa menyadari kuatnya arus laut di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, korban terseret arus dan tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin, mengatakan kondisi arus di perairan Bungkutoko saat kejadian cukup kencang. “Korban diduga turun ke air untuk melepaskan mata pancing. Arus yang kuat menyebabkan korban terseret dan tenggelam,” kata Amiruddin, Jumat.

Basarnas Kendari menerima laporan kejadian tersebut dan segera mengerahkan tim SAR ke lokasi. Personel diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Dermaga Basarnas Kendari dengan jarak tempuh sekitar 19 kilometer.

Menurut Amiruddin, tim SAR dilengkapi peralatan pendukung untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam. Hingga Jumat siang, upaya pencarian masih terus dilakukan.

Hasil SNBP 2026 di Universitas Halu Oleo Diumumkan 31 Maret Pukul 16.00 WITA

Ardiansyah diketahui merupakan warga Desa Anggokoti, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. Ia berangkat memancing sekitar pukul 08.50 Wita dan dilaporkan tenggelam sekitar pukul 10.00 Wita.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement