Uncategorized

Isu Dampak Tambang Dibantah: Pemerintah Desa Mondoe Sampaikan Fakta Lapangan

Konawe Selatan, Kabar KendariĀ – Di tengah maraknya informasi mengenai dugaan dampak negatif aktivitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) terhadap lahan pertanian dan sumber air di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Pemerintah Desa Mondoe bersama tokoh masyarakat setempat akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Kepala Desa Mondoe, Aswan, dan tokoh masyarakat, Nawir, menegaskan bahwa sejumlah isu yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Mereka menilai informasi tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi sebenarnya, khususnya di Desa Mondoe, Kecamatan Palangga Selatan.

Aswan menyampaikan bahwa apa yang diberitakan tidak mencerminkan keadaan nyata yang ia saksikan setiap hari. Menurutnya, PT WIN justru banyak berkontribusi bagi pembangunan desa, termasuk perbaikan fasilitas umum.

ā€œPT WIN sudah memperbaiki saluran irigasi dan membangun beberapa titik sumur bor. Bahkan lapangan sepak bola desa yang dipakai anak muda kini juga dibangun oleh mereka. Yang menjadi kebutuhan masyarakat selama ini selalu diusahakan untuk dipenuhi,ā€ ujarnya, Senin (24/11).

Ia berharap masyarakat dapat memilah informasi dan tidak hanya berfokus pada narasi negatif tanpa melihat fakta di lapangan.

PT BSJ Bagikan Ratusan Parcel Lebaran untuk Warga Lingkar Tambang

Sementara itu, Nawir juga meluruskan isu yang menyebutkan bahwa gagal panen di Desa Mondoe disebabkan oleh aktivitas tambang. Ia menegaskan sejak dulu wilayah tersebut merupakan sawah tadah hujan, sehingga produktivitas pertanian sangat bergantung pada musim.

ā€œKalau musim kemarau, sawah kering itu biasa. Bukan karena tambang, memang begitu dari dulu,ā€ ujar Nawir.

Nawir bahkan menyebut kehadiran PT WIN membawa banyak manfaat bagi warga, mulai dari bantuan program community development yang diberikan setiap bulan, pemberian bibit pertanian, hingga meningkatnya hasil panen.

ā€œSekarang warga bisa dua kali panen dalam setahun. Ini sebuah peningkatan yang sebelumnya sulit dicapai,ā€ jelasnya.

Terkait tuduhan kerusakan bendungan dan irigasi, Nawir menegaskan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, kondisi kering saat musim kemarau merupakan fenomena alam yang sudah lama dipahami masyarakat.

Mondoe yang Mengering di Bawah Bayang Tambang

ā€œDengan adanya PT WIN, pendapatan masyarakat meningkat. Banyak yang terbantu,ā€ tambahnya.

Klarifikasi ini menjadi penegasan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat bahwa sejumlah informasi yang sempat berkembang tidak sepenuhnya akurat. Bagi warga Mondoe, keberadaan PT WIN tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertambangan, tetapi juga mencakup kontribusi sosial, dukungan sektor pertanian, dan pembangunan infrastruktur desa.

Pemerintah Desa Mondoe berharap masyarakat, baik dari dalam maupun luar wilayah, dapat melihat persoalan secara lebih objektif dan tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *