Pendidikan

Rumah Sakit Kampus dan Fakultas Kedokteran, Arah Baru Pengembangan Unsultra

Ketua Pembina Nur Alam menyerahkan penghargaan kepada salah satu wisudawan terbaik dalam prosesi Wisuda Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) di Kendari, Rabu (15/4/2026). Acara tersebut diikuti 247 lulusan dari jenjang sarjana dan pascasarjana.

Kabar Kendari – Ketua Pembina Universitas Sulawesi Tenggara, Nur Alam, mencanangkan pembangunan rumah sakit kampus serta pembentukan Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari langkah strategis pengembangan institusi pendidikan tersebut.

Gagasan itu disampaikan dalam momentum wisuda yang berlangsung pekan ini. Menurut Nur Alam, kehadiran rumah sakit kampus tidak hanya menjadi penunjang akademik, tetapi juga diharapkan memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Rumah sakit ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari peran kampus dalam menjawab kebutuhan publik,” ujarnya.

Rencana tersebut sekaligus menjadi landasan awal bagi pembentukan Fakultas Kedokteran. Ia meminta jajaran pimpinan universitas segera menyiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan, baik dari sisi akademik, sumber daya manusia, maupun pemenuhan regulasi.

Di sisi lain, Nur Alam mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik dalam setiap proses pengembangan. Ia menekankan bahwa pengelolaan perguruan tinggi harus tetap berpijak pada kerangka hukum yang berlaku, seiring dinamika regulasi yang terus berubah.

247 Lulusan Unsultra Dikukuhkan, Rektor Tekankan Wisuda sebagai Awal Perjalanan

Menurut dia, Universitas Sulawesi Tenggara merupakan milik masyarakat, sehingga tata kelolanya harus mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi sesuai aturan yayasan.

“Setiap perubahan, termasuk pergantian pembina, harus melalui mekanisme yang sah sesuai Undang-Undang Yayasan dan anggaran dasar,” ujarnya saat menyampaikan sambutan, Rabu (15/4/2025).

Dalam pidatonya, Nur Alam juga menyinggung makna wisuda sebagai titik awal perjalanan baru bagi para lulusan. Ia menekankan bahwa capaian akademik harus diimbangi dengan tanggung jawab moral.

Ia mengingatkan, ilmu pengetahuan yang tidak disertai etika berpotensi menimbulkan dampak negatif. Karena itu, lulusan diharapkan mampu menjaga integritas serta menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk kepentingan yang lebih luas.

“Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga pembentukan karakter,” ujar Nur Alam.

Unsultra Perkuat Mutu dan Kolaborasi di Rakerwil LLDIKTI Wilayah IX

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement