Kabarkendari.id – Instagram menerapkan batasan jumlah akun yang dapat diikuti penggunanya. Setiap pengguna, baik akun pribadi, influencer, maupun pelaku usaha, hanya diperbolehkan mengikuti maksimal 7.500 akun.
Ketentuan tersebut disampaikan Instagram melalui Pusat Bantuan resminya. Jika batas tersebut tercapai, pengguna tidak akan bisa mengikuti akun lain lagi. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan praktik spam dan aktivitas tidak wajar di platform media sosial tersebut.
“Untuk membantu mengurangi spam, Instagram tidak mengizinkan orang untuk mengikuti lebih dari 7.500 orang,” demikian keterangan resmi Instagram.
Apabila pengguna yang sudah mencapai batas mencoba mengikuti akun lain, Instagram akan menampilkan pesan kesalahan yang menyatakan adanya pembatasan (limit) pada aktivitas tersebut. Dalam pesan itu, pengguna juga diberi opsi untuk mengajukan laporan jika merasa pembatasan muncul secara keliru, misalnya karena jumlah akun yang diikuti belum mencapai batas maksimal.
Dilansir dari Kicksta, pengguna yang melampaui batas atau melakukan aktivitas follow secara berlebihan juga berpotensi mengalami pembatasan sementara. Akun dapat diblokir dari aktivitas tertentu, seperti mengikuti akun lain, memberikan komentar, hingga menyukai unggahan.
Dalam kasus yang lebih serius, Instagram dapat menerapkan action block, yakni pembatasan aktivitas yang mengharuskan pengguna melakukan verifikasi tambahan. Bahkan, akun bisa dikunci sementara hingga pengguna memastikan bahwa akun tersebut adalah milik manusia, bukan bot.
Batas maksimal 7.500 akun ini diketahui telah ditetapkan sejak 2025 dan belum mengalami perubahan hingga awal 2026. Pengguna yang saat ini tercatat mengikuti lebih dari jumlah tersebut diduga telah mencapai angka itu sebelum kebijakan diberlakukan.
Selain batas maksimal total, Instagram juga membatasi jumlah akun yang dapat diikuti dalam satu hari. Saat ini, pengguna hanya diperbolehkan mengikuti maksimal 200 akun per hari.
Instagram mengimbau pengguna agar menggunakan fitur follow secara bijak dan menghindari aktivitas berlebihan demi menjaga keamanan dan kenyamanan ekosistem platform.
Redaksi


Komentar